Star Glam Cirebon :

Perjalanan Kesultanan Kasepuhan Cirebon Yang Pernah Terpecah dan Bersatu Kembali

#

(sumber: Instaram/@dhewnat)

Sejarah Cirebon yang panjang, tak terlepas dari dinamika yang terjadi, mulai dari konflik, dan perpecahan, termasuk bisa bersatu kembali.

Saat ini Cirebon memiliki tiga kesultanan, yaitu Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan yang secara bersamaan memimpin wilayah Cirebon.

Bermula dari Pangeran Dipati Anom sebagai kakak tertua yang pada saat itu memutuskan untuk mengalah, lali Kesultanan dipecah menjadi dua Kesultanan pada tahun 1697. Kesultanan Kasepuhan dipimpin oleh Pangeran Dipati Anom dengan gelar Sultan Raja Tajularifin atau Sultan Sepuh II dan Kacirebonan dipimpin oleh Pangeran Aria Adiwijaya bergelar Aria Cirebon.

Pada tahun 1723 Sultan Sepuh II meninggal dan kemudian digantikan oleh putranya bernama Sultan Raja Jaenudin atau Sultan Sepuh III. Dirinya menjabat sultan hingga tahun 1753.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Tawurji Di Keraton Kanoman Cirebon, Penuh Dengan Makna Yang Tersirat

Baca Juga: 14 Properti Tari Topeng Cirebon Yang Digunakan Para Penari Pada Saat Pertunjukkan

Pangeran Area Cirebon tak hanya menjadi Sultan Kacirebonan karena pada tahun 1706 VOC mengangkat Pangeran Aria sebagai overseer (pengawas) bupati di Priangan. VOC mengangkat Pangeran aria untuk kepentingan kekuasaannya di Priangan serta memperkuat pengaruh dan kekuasaannya di Cirebon.

Melalui besluit tertanggal 9 Februari 1790, Pangeran Aria diangkat sebagau pengawas dan Bupati kompeni yang bertigas menertibkan administrasi pemerintahan, mengawasi produksi pertanian dan bertindak sebagai jaksa bersama-sama dengan Residen Cirebon.

Baca Juga: Tokoh Cirebon: Nama Asli Sunan dari Gunung Jati dan Silsilahnya

Baca Juga: Perjalanan KH Abbas, Tokoh Pejuang Yang Membangun Pendidikan Agama Islam Di Cirebon

Kesultanan Cirebon yang merupakan pecahan Kesultan Kasepuhan hanya bertahan sampai 1806-1807 kerika Ketika Kesultanan tersebut dipimpin oleh Sultan Carbon Abu hayat.

Pada masa kepimpinan Sultan Carbon Abu Hayat, Kacirebonan dihapus oleh Belanda karena dianggap membangkang pada Belanda dan tidak menjalankan undang-undang Belanda dengan baik.

Sultan Carbon Hayat sendiri merupakan menantu dari Sultan Carbpn Adiwijya, beliau merupakan Sultan Kacirebonan ke tiga.

Baca Juga: Melihat Keindahan Danau Setupatok, Dari Bukit Cinta Anti Galau,Tempat Yang Kini Hits Di Cirebon

Dengan adanya Pemakzulan Sultan Abu Hayat dan dihapusnya Kesultanan Kacirebonan menandai berasnya kembali Kacirebonan dan Kasepuhan menjadi satu Pemerintahan.

COMMENTS: (0)

Post You May Like