Star Glam Cirebon :

3 Pangeran Penulis Sejarah Yang Memberikan Sumbangsih Karya Tulis Tentang Sejarah Cirebon

#

(sumber: Instagram/@temanpengembara)

Cirebon yang dikenal dengan sejarah meliputi tradisi, kebudayaan, dan para tokoh dalam membangun peradaban, yang hingga saat ini masih turun temurun menjadi warisan nenek moyang yang masih lestari.

Dalam mengenal sejarah panjang Cirebon, ini tak terlepas dari peran penting dari para pangeran yang menuliskan setiap peristiwa maha penting terkandung dalam tulisannya yang saat ini jadi karya tulis mengenai Sejarah Cirebon.

Dalam pembahasan mengenai karya tulis tentang Cirebon sebenarnya saat ini banyak sekali penulis yang sudah membahasnya termasuk para sejarawan.

Sedangkan dari lingkup Keraton, penulisan sejarah mengenai Cirebon diprakarsai oleh 3 Pangeran yang berasal dari Cirebon, diantaranya Pangeran Wangsakerta, Pangeran Arya Cirebon, dan Pangeran Sulaiman Sulendraningrat. Ketiga Pangeran ini hidup pada tiga zaman yang berbeda.

Pangeran Wangsakerta jadi orang pertama dari kalangan keraton yang menghasilkan beberapa buku yang salah satunya mengulas tentang sejarah Cirebon. Menurut sejarah Cirebon, Pangeran Wangsakerta merupakan anak dari Panembahan Ratu II (Panembahan Girilaya), diperkirakan lahir pada 1640/1650-an.

Pangeran Wangsakerta menjadi sosok yang sangat penting terutama perannya dalam mengadakan seminar internasional yang diselenggarakan di Keraton Kasepuhan, tujuannya adalah untuk melakukan penyusunan sejarah Nusantara dan Cirebon pada masa Pemerintahan Sultan Sepuh ke 1 (1678-1697). Dari hasil seminar internasional yang ia gagas, tercipta beberapa buku sejaraj yang kini dikenal dengan Naskah Wangsakerta.

Selanjutnya, Pangeran Kedua yang diidentifikasi sebagai Pangeran yang menjadi penulis sejarah Cirebon adalah Pangeran Arya Cirebon.

Menurut sejarah Cirebon, tokoh yang menggunakan julukan atau nama Arya Cirebon terdapat dua orang, yaitu Arya Cirebon Bin Pangeran Pasarean dan Arya Carbon Bin Sultan Sepuh I. adapun tokoh yang dikenal sebagai Pangeran yang menulis sejarah Cirebon yakni Pangeran Arya Carbon yang kedua.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa Pangeran Arya Carbon yang kedua ini merupakan keponakan dari Pangeran Wangsakerta, sebab Pangeran Wangsakerta pada nyatanya merupakan adik daripada Sultan Sepuh I (Mertwaijaya).

Salah satu karya tulis sejarah yang diciptakan oleh Pangeran Arya Carbon yaitu Carita Purwaka Caruban Nahri. Karya tulis ini sangat terkemuka bahkan naskah tersebut menjadi rujukan para sejarawan dalam mengupas Sejarah Cirebon.

Kemudian, Pangeran ketiga yang juga memberikan sumbangsih yang besar untuk karya tulis sejarah Cirebon. Yaitu PS Sulendraningrat atau Pangeran Sulaiman Sulendraningrat.

Beliau lahir pada 3 Juni 1914 di Cirebon, dan merupakan Pangeran yang lahir dari lingkungan Keraton Keprabonan. Adapun untuk karya tulisnya dalam bentuk buku Sejarah Cirebon, ada 3 buku yang salah satunya diberi judul Sejarah Cirebon, selain itu juga beliau merupakan orang yang pertama kali membukukan Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari karya Pangeran Arya Carbon yang telah di alih aksarakan kedalam bahasa Indonesia sekaligus diterjemahkannya dalam bahasa Indonesia.

COMMENTS: (0)

Post You May Like