Star Glam Cirebon :

Setelah Dipecahnya Kesultanan Cirebon Pangeran Kertawiaya Menjadi Sultan Kanoman Pertama

#

(FOTO: instagram/@lampaubercerita)

Seiring dipecahnya Kesultanan Cirebon menjadi tiga bagian, yaitu Kasepuhan, Kanoman, dan Panembahan Kacirebonan. Kesultanan Kanoman pada saat itu dipimpin Pamgeran Kertawijaya dan tercatat dalam sejarah menjadi Sultan Kanoman Pertama.

Kesultanan Kanoman berdiri pada Tahun 1678, kemudian Pangeran Kertawijaya, dinobatkan menjadi Sultan Kanoman bergelar Sultan Anom Muhammad Badrudin, beliau juga dikenal dengan nama Pangeran Anomsada.

Pangeran Kertawijaya merupakan anak Pangeran Putera Panembahan Ratu II atau Panembahan Girilaya Sultan dari Kesultanan Cirebon terakhir.

Dikisahkan Pangeran Kertawijaya disebut juga sebagai anak Permaisuri. Beliau mempunyai kakak yaitu Pangeran Mertawijaya atau Sultan Kasepuhan I dan mempunyai adik yang bernama Pangeran Wangsakerta atau Panembahan Tohpati Kecirebonan.

Setelah wafatnya Panembahan Ratu II pada 1662, ini terjadi pada saat sedang berkunjung ke Mataram, namun dibunuh oleh Amangkurat I. Maka pangeran kertawijaya diangkat sebagai Sultan Kanoman.

(FOTO: instagram/@lampaubercerita)

Dijelaskan dalam naskah mertasinga berkat tipuan seorang kapten Belanda suruhan Amangkurat I, Sultan Cirebon yang juga menantu Amangkurat I bersama 2 anaknya pangeran martawijaya dan kertawijaya didatangkan ke Mataram.

Ketika sampai di Mataram ketiganya ditahan, sementara kedua anak Panembahan Ratu II tidak boleh pulang ke Cirebon. Kemudian Amangkurat I, menghendaki Kesultanan Cirebon bubar, dianggap telah melindungi para pelarian Mataram di Cirebon.

Hal itu yang membuat Amangkurat I memiliki dendam yang mendalam terhadap menantunya dan kesultanan Cirebon. Pada saat itu juga pangeran kertawijaya termasuk juga kakaknya berada dalam tahanan Keraton Mataram selama 16 tahun.

Pada akhirnya dibebaskan ketika Mangkurat I digulingkan dari Tahta sebagai akibat pemberontakan yang dilakukan Pangeran Trunojoyo. Pemberontakan yang dilakukan oleh Trunojoyo mendapat bantuan keuangan juga senjata dari Cirebon dan Banten yang setuju bahwa Mataram harus dibubarkan.

Sesampainya pangeran kertawijaya di Cirebon beliau dinobatkan menjadi Sultan begitupun kakak serta adiknya yang juga sama-sama dinobatkan Sultan, sekaligus menjadi Panembahan di Kasepuhan dan Kacirebonan dibawah perlindungan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten.

COMMENTS: (0)

Post You May Like