Star Glam Cirebon :

Wilayah Kekuasaan Sunan Gunung Jati Pasca Berhasil Lepas Dari Kekuasaan Prabu Siliwangi

#

(FOTO: instagram/@teureuh_siliwangi)

Sebelum kedatangan Sunan Gunung Jati, Cirebon selama bertahun-bertahun berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda Pajajaran yang pada saat itu dipimpin oleh seorang Raja bernama Prabu Niskala Wastu Kencana.

Hampir semua rakyatnya beragama Hindu Syiwo Buddho, menjelang bangkitnya kekuasaan politik Islam di kedudukan Cirebon masih berada di bawah kekuasaan Galuh (1475-1482 M).

Kemudian Agama Islam sudah mulai berkembang di Cirebon, di tahun itu juga Kerajaan Sunda dipimpin oleh Ratu Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal dengan sebutan Prabu Siliwangi (1482-1521).

Pada saat itu, Cirebon berhasil melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Sunda Pajajaran. Disamping itu menurut Tome Pires, Cirebon berada di bawah pengaruh Islam dari daerah Demak sejak 1470-1475 M. walaupun pada saat itu kekuasaan politik Islam dalam bentuk tegaknya kerajaan Islam Demak belum berdiri dan berdaulat penuh.

Setelah berdirinya kerajaan Islam Demak pada 1482 M, Sunan Gunung Jati Menyemarakkan dakwah Islam di Jawa Barat, daerah yang Sunan Gunung Jati kunjungi yaitu daerah Cirebon.

Pada saat itu Cirebon merupakan kerajaan kecil d bawah kekuasaan Kerajaan Hindu-Budha Pajajaran yang memiliki pusat pemerintahan di Pakuan atau wilayah tersebut saat ini dikenal dengan Bogor.

Keberhasilan Dakwah Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan Agama Islam menjadikan Kerajaan Cirebon memilih untuk memisahkan diri dari Kerajaan PaJajaran. Itu terjadi pada tahun 1479 M.

Masyarakat Cirebon pun pada saat itu berhaluan keyakinan, yakni mayoritasnya semula beragama Hindu Syiwo-Budha secara berangsur-angsur mereka masuk ke dalam Islam. Di saat itu juga Sunan Gunung Jati ditetapkan sebagai Penetap Panatagama di tanah Sunda.

Saat ini Sunan Gunung Jati menggelorakan dakwah Islam di Cirebon, yang kemudian daerah-daerah tersebut masuk kedalam wilayah Kerajaan Cirebon yang beliau Pimpin, diantaranya Luragung, Kuningan, Banten, Sunda Kelapa, Galuh, Talaga, Sumedang, Pasirluhur, Losari, Japura,  dan sebagainya.

Di tahun 1526 M, Sunan Gunung Jati menempatkan putranya yang bernama Pangeran Hasanudin sebagai Adipati Banten. Kemudian menantu Sunan Gunung Jati yaitu Fatahillah ditunjuk sebagai Adipati Sunda Kelapa pada 1527 M. yang dimana saat itu, daerah Kesultanan Cirebon terbagi menjadi 4 daerah, yaitu Cirebon, Pakuan, Banten, dan Kelapa.

Sunan GunungJati berhasil memperluas penyebaran Agama Ä°slam, selain Cirebon, Banten, Sunda Kelapa, terdapat Karawang, Dermayu, Kuningan, Sindangkasih, Talaga, Luragung, Ukur, Cibalung, Klentung Bantar (Pagadingan), Endralaya, Batulayang, Timbanganten, dan Rajagaluh.

Selain di wilayah Jawa bagian barat, Sunan Gunung Jati juga berperan dalam dakwah Ä°slam di Demak, Jepara, Juwana, dan Surabaya. Bahkan dakwah Sunan Gunung Jati juga sampai ke luar Jawa seperti Palembang, Pasai dan negeri Cina

COMMENTS: (0)

Post You May Like