Star Glam Cirebon :

Pangeran Jaya Kelana Putra Sunan Gunung Jati Punya Keinginan Jadi Orang Kaya

#

(FOTO: instagram/@rmyysaj)

Sunan Gunung Jati beserta istrinya Nyi Syarifah Baghdad memiliki dua putra yang masing-masing punya watak yang berbeda, kedua putra dari Sunan Gunung Jati bernama Pangeran Jaya Kelana dan Pangeran Brata Kelana.

Hal ini terlihat karena Pangeran Jaya Kelana dikenal dengan kenakalannya sedangkan Pangeran Brata Kelana dikenal sangat baik.

Bahkan kenakalan dari Pangeran Jaya Kelana ini membuat kekacauan di Kesultanan. Kisah kenalan dari Pangeran jaya Kelana ini diceritakan dalam Naskah sejarah Kuno Mertasinga.

Pada saat itu Pangeran Jaya Kelana yang diceritakan dalam Mertasinga, merupakan seseorang yang suka iri hati kepada anak saudagar kaya di Cirebon.

Anak-anak Saudagar yang memiliki pakaian bagus-bagus, bergelimang harta, termasuk punya uang yang banyak. Sedangkan Pangeran Jaya Kelana anak dari Sultan Cirebon yaitu Sunan Gunung Jati diwajibkan hidup sederhana.

Pangeran Jaya Kelana mempunyai keinginan juga untuk menjadi orang kaya, dirinya memutuskan untuk terjun dalam bidang perdagangan agar dirinya menjadi orang yang kaya.

Namun harta yang dimiliki oleh Pangeran Jaya Kelana masih kalau jauh dibandingkan dengan saudagar kaya, bahkan keluarga tersebut memiliki kapal pribadi.

Para saudagar yang memiliki kapal akan melakukan kegiatan jual beli ke seberang, sehingga mendapatkan untung besar. Di saat itu Pangeran Jaya Kelana merasa iri hati, kemudian meniatkan diri agar lebih hebat dari saudagar lainnya.

Pangeran jaya Kelana kemudian melanjutkan perjalanannya ke luar Pulau Jawa dengan berlayar untuk berdagang disana. Namun perjalanan Pangeran Jaya Kelana menemui hambatan, di tengah lautan kapalnya dihantam gelombang hingga hancur.

Semua dagangan yang ia bawa terpaksa musnah, dari musibah tersebut Pangeran jaya Kelana masih bisa selamat.

Sang ibunda dari Pangeran Jaya Kelana, yaitu Nyimas Rara Jati atau Baghdad menganggap anaknya terlalu mencintai dunia, dirinya pun sedih atas sikap anaknya.

Sang ibunda memberikan nasihat kepada anaknya untuk tidak serakah dan tamak, termasuk tidak lagi berdagang hingga keluar pulau Jawa.

Pangeran jaya Kelana menuruti nasehat ibunya, bahwa dirinya merasa bersalah keinginannya untuk berdagang sampai ke luar Pulau Jawa hanya untuk menyaingi kekayaan para saudagar, sehingga sang ibunda pun mulai khawatir dengan sikap anaknya yang mementingkan duniawi yang salah satunya ingin menjadi orang kaya, bergelimpangan harta, dan memiliki banyak uang layaknya keluarga Saudagar.

COMMENTS: (0)

Post You May Like