Star Glam Cirebon :

Cara Berdakwah Sunan Gunung Jati Dalam Menyebarluaskan Ajaran Islam di Wilayah Cirebon

#

(sumber: google image/aktual.com)

Sunan Gunung Jati merupakan tokoh Islam yang berperan besar dalam menyebarluaskan ajaran Islam di Wilayah Cirebon dan sekitarnya, hal ini berkat strategi dakwah dari Sunan Gunung Jati yang salah satunya dilakukan melalui lembaga Pernikahan.

Tujuan ini dilakukan untuk memperkuat kedudukan, sekaligus memperluas hubungan dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Cirebon.

Dalam Serat Purwaka Caruban Nagari, Babad Tjerbon, Nagarakretabhumi, Sadjarah banten, dan Babab Tanah Sunda, yang berhasil dikaji oleh Sunyoto dalam bukunya Atlas Walisongo tercatat, Syarif Hidayatullah tidak kurang dari enam orang perempuan sebagai istri.

Perempuan yang pertama kali dinikahi oleh Syarif Hidayatullah yaitu putri Ki Gedeng Babadan, ini juga membuat pengaruhnya menjadi meluas ke wilayah Gunung Sembung hingga wilayah Babadan.

Sebelum dikaruniai putra, Nyai Babadan di kisahkan meninggal dunia, kemudian dari Keraton Pakuan Pajajaran melanjutkan perjalanan ke barat menuju Banten.

Tiba di Banten, mereka berhasil membuat Ki Gedeng Kawungaten beserta rakyatnya masuk Islam, dan Syarif Hidayat menikahi Ki Gedeng Kawunganten.

Setelah sebulan tinggal di Banten, Syarif Hidayat beserta istrinya, Nyai Kawunganten, dan Sri Mangana kembai ke Cirebon. Kemudian Syarif Hidayatullah tinggal di pesantren miliknya, di Gunung Sembung Syarif Hidayat menjadi imam sekaligus guru mengaji.

Siang dan malam memberikan pelajaran dan nasihat kepada murid-muridnya. Dari pernikahan dengan Nyai Kawunganten, lahir dua orang dari keturunan, yaitu Ratu Winaon yang menikah dengan Pangeran Atas Angin atau Pangeran Raja Laut.

Kemudian Putra kedua yaitu Sabakingkin, yang suatu saat akan menjadi Sultan Banten bergelar Sultan Hassanudin.

Pernikahan Syarif Hidayatullah terus berlanjut, kali ini beliau menikahi seorang perempuan China bernama Ong Tien, yang berdasarkan cerita legenda, ia adalah putri Kaisar China dari Dinasti Ming yang bernama Hong Gie.

Karena Ong Tien merupakan putri kaisar maka digelari Nyi Mas Rara Sumanding atau ada yang menyebutnya menyebutnya Putri Petis karena ia dianggap suka dengan petis.

Hasil pernikahan dengan Putri Ong Tien, Syarif Hidayatullah dikaruniai seorang putra, tetapi meninggal sewaktu bayi, tidak lama kematian bayinya, putri Ong Tien meninggal dunia.

Lalu Syarif Hidayat menikahi Syarifah Baghdadi, adik dari Maulana Abdurrahman yang dikenal sebagai Pangeran Panjunan.dari pernikahan itu lahir dua orang putra bernama Pangeran jayakelana, dan Pangeram Bratakelana.

Istri lain Syarif Hidatullah yaitu Nyai Tepasari, putri Ki Hedeng Tepasan (Adipati Tepasana, seorang pejabat Majapahit yang berkuasa di Tepasana, Lumajang. Dari Pernikahan ini lahir dua orang putra, dan putri, yaitu Nyai ratu Ayu, dan Pangeran Muhammad Arifin.

Sementara pernikahan Syarif Hidayat dengan Nyi Mas Rarakerta putri Ki Gedeng Jatimerta, lahir seorang putra yang dinamai Bung Cikal.

Ini merupakan bagian dakwah dari Sunan Gunung Jati dengan cara menguatkan lembaga pernikahan yang tujuannya adalah untuk memperkuat kedudukan, sekaligus memperluas hubungan dengan tokoh-tokoh berpengaruh di Cirebon dan sekitarnya.

COMMENTS: (0)

Post You May Like